Bahaya Rumput Fatimah Untuk Ibu Hamil


Rumput Fatimah, atau dalam bahasa Latin disebut Labisia pumila adalah tanaman mirip rumput yang berasal dari Malaysia. Meskipun berasal dari Malaysia, tanaman ini juga dikenal tumbuh di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Ramuan ini mengandung karbon dan mineral lain yang benar-benar membantu kesehatan reproduksi wanita

Oleh sebagian orang, tanaman ini kemudian banyak digunakan dalam bentuk kering. Baru kemudian direbus atau direndam dalam air dan dikonsumsi sebagai obat herbal.

Tidak hanya diyakini efektif untuk kesehatan, ramuan rumput fatimah juga sering diberikan kepada wanita yang akan melahirkan. Penelitian dari Malaysia menyatakan bahwa rumput Fatimah memiliki efek meningkatkan kontraksi otot rahim.



Tapi Tahukah Anda, rumput fatimah ini sangat berbahaya bagi sebagian besar wanita hamil yang akan memiliki kelahiran normal.

Efek kontraksi yang tidak terukur ini tidak hanya berbahaya bagi ibu, tetapi juga mengancam keselamatan bayi. Karena tidak ada dosis aman yang diketahui, penggunaan rumput fatimah dapat menyebabkan rahim berkontraksi secara berlebihan.

Efek kontraksi yang berlebihan ini dapat menyebabkan robeknya dinding rahim atau, dalam dunia medis, pecahnya ini dikenal sebagai ruptur uteri. Ketika robek, itu dapat menyebabkan pendarahan yang serius.

Jika perdarahan tidak segera diobati, ibu mungkin kehabisan darah. Data dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013 menunjukkan bahwa perdarahan selama persalinan adalah penyebab utama kematian ibu selama persalinan.

Kontraksi uterus yang berlebihan dapat mengganggu aliran darah dan oksigen janin. Akibatnya, janin kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan gawat janin yang membahayakan keselamatan janin.

Secara umum, dunia medis melarang penggunaan rumput Fatimah untuk wanita hamil. Persiapan tradisional ini justru dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.
DONASI VIA PAYPAL Terima Kasih Telah Berkunjung Jika artikel ini bermanfaat. Bantu Berikan Donasi untuk memperpanjang domain www.magelang1337.com. Thanks..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel