Chat Gpt Untuk Dunia Pendidikan, Pentingkah?

Chat Gpt Untuk Dunia Pendidikan, Pentingkah?
Daftar Isi Artikel

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia teknologi memang dihebohkan dengan adanya teknologi Artificial Inteligence (AI). Dikenal juga dengan kecerdasan buatan yang dinamakan Chat GPT (Generative Pre-Trained Transformer). Teknologi ini merupakan sebuah aplikasi chat bot, yang berbasis kecerdasan buatan dari sebuah perusahaan teknologi Bernama OpenAI. Chat GPT memberikanku pengaruh yang cukup besar terkhusus untuk dunia kepenulisan. Lalu apakah ada pengaruh adanya chat GPT untuk dunia pendidikan?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Chat GPT, maka hal yang paling utama adalah mengetahui apa itu chat GPT? Pasalnya terdapat berbagai efek dari adanya chat GPT tersebut. Dalam dunia kepenulisan, sebenarnya chat GPT memiliki dampak yang negatif. Dampak ini pun bergaris lurus dengan dunia pendidikan.

Apa itu Chat Gpt?

Sebenarnya, Chat GPT adalah sebuah model bahasa dengan sistem kecerdasan buatan AI, yang berguna untuk menghasilkan teks menyerupai manusia. Sedangkan, untuk cara penggunaannya sendiri adalah menginput pertanyaan, kemudian AI akan memberikan jawaban yang relevan. Selain itu, kemampuan Chat GPT juga berkisar dari menulis esai dan puisi, membuat rumus matematika, menyajikan rumus excel, dan mengubah musik.

Menariknya, Chat GPT dapat diakses dan digunakan dengan mudah, serta mampu menjawab pertanyaan yang menantang maupun menjelaskan topik yang rumit dalam hitungan detik. Oleh karena itu, adanya alat Chat GPT ini memudahkan orang dalam mengerjakan tugas karena sangat nyaman dan alternatif untuk mesin telusur.

Kemampuan yang menyerupai kecerdasan manusia tersebut dikendalikan oleh komputer atau robot. Sebenarnya bentuk AI terus mengalami update. Aplikasi ini dapat berupa, pengenalan suara manusia, mesin pencari web tingkat lanjut, game, mobil mengemudi otomatis dan lain sebagainya. Saat ini AI mengkolaborasikan berbagai teknologi mulai dari pembelajaran mendalam, pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami, sistem pakar, robotika dan logika fuzzy untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. .

Selain itu, Chat GPT juga bisa menghasilkan berbagai teks dalam gaya dan format yang bermacam-macam. Mulai dari puisi, surel dan artikel. Secanggih itu, hingga pengguna Chat GPT hanya masuk dengan email, terhubung dengan internet untuk bisa menggunakan Chat GPT.

Tidak sampai di situ Chat GPT juga bisa menyediakan referensi, jika pengguna meminta untuk menyertakannya. Namun secanggih itu pun, sebenarnya Chat GPT mempunyai kelemahan, yakni kesalahan saat penulisan daftar pustaka. Adanya Chat GPT ini tentu memiliki dampak negatif berupa plagiarisme.

Kaitan Chat GPT Dengan Pendidikan

Seperti yang diulas pada seluk beluk Chat GPT di atas tentu memiliki berbagai efek bagi dunia pendidikan. Sebenarnya secanggih apapun mesin Chat GPT tentu manusialah yang lebih kreatif dan memiliki skill. Adanya Chat GPT harusnya dimanfaatkan pada hal-hal yang positif sehingga dampak yang negatif mampu diminimalisir. Berikut ini adalah dampak negatif dari Chat GPT untuk dunia pendidikan.

1. Sumber Informasi Kurang Valid

Perlu diketahui bahwa sistem kerja Chat GPT adalah menghasilkan teks sesuai dengan data di internet, termasuk informasi yang belum tentu kebenarannya. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan, bahwa semua Informasi yang ada di internet diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu teks yang perlu kembali ditinjau kebenarannya. Hal inilah yang menjadikan hasil teks dari Chat GPT dianggap kurang valid.

Dalam dunia pendidikan ataupun dunia kepenulisan, sumber dan informasi yang akurat adalah wajib. Sehingga jika informasi yang tidak valid tidak bisa dijadikan sebagai sumber atau referensi. Karena Chat GPT hanya mampu menghasilkan teks sesuai data di internet, maka jika suatu hal belum ada atau belum dibahas, maka dia tidak bisa memberikan tulisan yang baik. Jika Anda mengambil rujukan dari teks hasil Chat GPT untuk dunia pendidikan, maka hal ini sangat tidak dianjurkan.

2. Menurunnya Berpikir Kritis

Karena kecanggihan Chat GPT, maka kita berpeluang untuk menghasilkan teks seperti artikel, esai dan lain sebagainya. Jika seorang pelajar memanfaatkan ini untuk tugas sekolah, maka sudah jelas dia tidak akan berpikir kritis. Semua tinggal menyesuaikan hasilnya. Dalam dunia pendidikan, pelajar dibiasakan atau diasah untuk berpikir kritis. Itulah sebabnya, Chat GPT dapat menurunkan proses berpikir kritis.

3. Berkurangnya Daya Kreativitas

Dampak yang satu ini juga sudah jelas, karena semua sudah dilakukan Chat GPT, maka tidak suatu pembeda antara teks satu dengan lainnya. Otomatis, ini menjadikan menurunkan kreativitas seseorang khusus keterampilan menulis pelajar. Para pelajar akan menggunakan bantuan Chat GPT untuk keperluan tugas menulis. Mereka pada akhirnya mengabaikan bahwa menulis tidak hanya sekedar berbagi informasi.

Melainkan ada penataan bahasa, gaya penulis hingga kreativitas lain seperti memunculkan ide dan gagasan baru pada semua karya. Ini tidak bisa dimasuki oleh Chat GPT Untuk itu, sebagai orang tua seharusnya Anda mampu menggiring anak untuk selalu berpikir kritis dan mengasah kreativitas. Hal ini agar mereka tidak terkejut jika mendapatkan tugas sekolah.

4. Pembelajaran Pasif

Selanjutnya, seorang pendidik juga wajib mengingatkan pentingnya mengasah keterampilan menulis secara mandiri, agar tingkat plagiarisme menurun. Peran pendidik juga harus lebih aktif karena pada beberapa kasus, Chat GPT bisa menjadi guru dan membantu siswa dan penjelasan dan tugas akademik. Inilah yang menjadikan pembelajaran masif. Pendidik harus memiliki keaktifan peran sehingga menarik siswa untuk terlibat secara aktif pula.

Akhir Kata

Itulah dampak negatif dari Chat GPT untuk dunia pendidikan. Seharusnya sejak saat ini kita harus mawas diri agar dampak buruk tersebut tidak terkena pada anak bangsa. Perlu ditekan bahwa adanya Chat GPT, tidak akan sebanding dengan otak dan skill manusia jika memanfaatkannya dengan maksimal.

★★★★

Silahkan Komentar dengan bahasa yang sopan :)

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>