Pengertian Cyber Espionage, Contoh Kasus dan Cara Menghindarinya

Pengertian Cyber Espionage, Contoh Kasus dan Cara Menghindarinya
Daftar Isi Artikel

Magelang1337.com - Pernah dengar istilah Cyber Espionage? Bagi orang yang bergelut di dunia IT pasti tak asing lagi dengan jenis kejahatan siber ini. Cyber Espionage juga dikenal sebagai Cyber Spying yang berarti aksi memata-matai atau pengintaian di dunia maya.

Cyber Espionage sempat menghebohkan dunia pada tahun 2015 lalu karena pernah dialami oleh Presiden USA, Barack Obama. Akibat dari serangan ini, pelaku berhasil mendapatkan data penting perihal kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Lalu, apa sebenarnya pengertian Cyber Espionage dalam artian yang luas, dan bagaimana cara untuk menghindarinya?

Nah, di artikel ini akan diulas secara lengkap beserta contoh kasus Cyber Espionage yang pernah terjadi di Indonesia dan seluruh dunia pada beberapa tahun ke belakang.

Pengertian Cyber Espionage

Cyber Espionage adalah jenis ancaman tingkat atas yang dilakukan secara diam-diam dengan masuk ke jaringan komputer target. Biasanya ini bertujuan untuk mencari informasi data, dokumen, dan semua hal penting yang dibutuhkan.

Cyber Espionage bekerja dengan memanfaatkan sypware melalui software yang ditanam paksa pada perangkat komputer. Sehingga korban tidak menyadari kalau data-data dan aktivitasnya sudah terekspos.

Sama halnya dengan serangan siber lain, Cyber Espionage dilakukan dengan mengandalkan kemampuan hacking yang mumpuni untuk mengumpulkan data-data dengan maksud menginformasikan kepada target sehingga mendapat keuntungan.

Baca Juga : Hacker Terkenal Diwawancarai Stasiun TV

Target yang dimaksud bukan hanya dari kalangan sipil saja, melainkan semua orang atau instansi yang terhubung dengan jaringan, termasuk pebisnis dan perusahaan besar. Tapi biasanya, serangan ini lebih sering menyasar pemerintah dan militer.

Contohnya beberapa tahun lalu, Cyber Espionage sempat menghebohkan publik karena berhasil mendapatkan data-data dari aktivitas pengguna media sosial Facebook dan Twitter.

Tapi, mungkin di atas hanya pengertian Cyber Espionage dalam artian sederhana, sebab seiring berjalannya waktu, tindak kejahatan ini akan terus berkembang menjadi lebih baik, efektif, dan bahkan untouchable.

Contoh Kasus Cyber Espionage

Sebagian besar serangan Cyber Espionage terjadi di luar negeri. Bahkan, beberapa di antaranya menyebabkan kerugian yang sangat besar, terutama informasi militer dan pemerintahan. Berikut beberapa contoh kasus Cyber Espionage yang paling populer.

1. Night Dragon

Pada tahun 2011 perusahaan cyber security, McAfee, melaporkan operasi mencurigakan bernama Night Dragon yang dilakukan oleh hacker asal China. Aksi ini menyerang bisnis-bisnis di Amerika dan Eropa, salah satu yang terkena dampaknya adalah Royal Dutch Shell.

Kasus Cyber Espionage ini bertujuan untuk mengakses peta topografi cadangan minyak terbesar. Namun untungnya, hacker tidak menggunakan peralatan yang canggih sehingga aksinya sangat mudah untuk dilumpuhkan.

2. Moonlight Maze

Moonlight Maze adalah contoh kasus Cyber Espionage yang terjadi sekitar tahun 1999. Saat itu, pemerintah Amerika melakukan penyelidikan atas pembobolan data rahasia NASA, Pentagon, dan badan pemerintahan lainnya.

Baca Juga : Hacker yang Belum Diketahui Identitasnya

Akibat serangan ini, lebih dari ribuan dokumen dicuri dengan menanamkan virus malware. Hingga akhirnya, pihak Amerika menyalahkan Rusia, namun sampai sekarang  pelaku belum dapat diungkap karena tidak ada bukti-bukti yang cukup.

3. Pencurian Data Militer Era SBY

Kasus Cyber Espionage juga pernah menimpa pemerintah Indonesia. Dimana saat era Presiden SBY, hacker mencuri informasi kebijakan luar negeri dan data berisi rencana kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan Korea Selatan perihal pembuatan 50 unit pesawat tempur.

4. Gillette Industrial Espionage

Berbeda dari sebelumnya, contoh kasus Cyber Espionage kali ini menimpa Gillette. Jadi, ceritanya di tahun 1997 teknologi pisau cukur yang dikembangkan perusahaan kosmetik asal USA ini disebarluaskan melalui email oleh Steven Louis Davis.

Davis merupakan karyawan Gillette yang sakit hati karena bertengkar dengan atasannya. Setelah kasus ini terungkap, pelaku dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 27 bulan penjara.

5. Titan Rain

Mulai dari tahun 2003 sampai 2005, Cyber Espionage juga menyasar pemerintah Amerika Serikat. Menurut informasi yang beredar, pelakukanya adalah suruhan dari China. Para hacker masuk ke dalam komputer dengan metode terbaru untuk mencuri data dan strategi militer.

6. Memata-matai Barack Obama dan McCain

Selanjutnya, mungkin ini termasuk contoh kasus Cyber Espionage terbesar sepanjang sejarah. Di tahun 2008, hacker dari Rusia dan China menanamkan spyware di komputer Barack Obama dan John McCain, yang saat itu masih berstatus calon presiden.

Akibat operasi ini, data sensitif dan jutaan file yang berhubungan dengan kebijakan luar negeri berhasil dicuri. Sayangnya, kasus ini belum menemui titik terang, bahkan baru terungkap setelah pemilihan presiden.

Cara Mencegah dan Menghindari Cyber Espionage

Nah, sekarang Anda sudah paham apa itu Cyber Espionage, kan? Selanjutnya, kita masuk ke pembahasan cara menghindari Cyber Espionage agar informasi personal tidak disalahgunakan orang jahat. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Antivirus Terbaik

Salah satu cara agar terhindari dari Cyber Espionage adalah menggunakan antivirus terbaik. Sebab, tindak kejahatan dunia maya pasti selalu berhubungan dengan virus, entah itu malware, spyware, ataupun ransomware.

Baca Juga : Mau jadi Hacker Pro? Pelajari Kemampuan ini

Tapi, agar proteksi yang diberikan bisa lebih optimal, pastikan kamu memilih yang versi premium karena fiturnya lebih lengkap. Saat ini sudah banyak tersedia software antivirus dengan biaya langganan per bulan hingga per tahun.

2. Memeriksa Akses Perangkat

Berikutnya, selalu periksa dan perbarui akses masuk perangkat dengan mengganti password secara rutin. Pasalnya, seringkali data terekspos karena faktor kelalaian, sehingga memudahkan pelaku masuk ke semua jaringan.

3. Gunakan Perangkat Pribadi

Ketika ingin membuka situs yang membutuhkan email dan password, sebaiknya jangan gunakan perangkat umum. Karena biasanya jejak dari data-data tersebut akan tetap ada meskipun sudah dihapus permanen.

Selain itu, hindari juga internet umum karena sangat rawan disusupi hacker. Jadi, solusi terbaik agar terhindar dari tindak kejahatan Cyber Espionage adalah menggunakan perangkat dan jaringan pribadi.

4. Hindari Link dari Sumber Tidak Jelas

Sebenarnya cara menghindari Cyber Espionage tak jauh berbeda dari kejahatan siber lainnya. Sebab, yang namanya hacker pasti mencari akses masuk dengan memanfaatkan kelalaian korban. Salah satunya mengirim link palsu.

Nah, untuk itu jika mendapatkan pesan email berisi link, sebaiknya jangan di-klik. Karena bisa jadi, tautan tersebut berisi virus yang dapat merusak jaringan atau memberi jalan masuk hacker untuk mengakses perangkat Anda.

5. Konsultasi dengan Ahli

Berkonsultasi atau bekerjasama dengan pakar keamanan termasuk salah satu cara agar terhindari dari Cyber Espionage. Sebab, untuk memahami alur, ancaman, dan tindakan dibutuhkan seseorang yang sudah pernah berhubungan langsung dengan pelaku cyber crime.

Nanti biasanya mereka akan memberikan masukan tentang apa saja yang harus diperbarui dari sistem komputer dan koneksi jaringan.

Baca Juga : Sisi Negatif dan Positif dari Seorang Hacker

Secara keseluruhan, Cyber Espionage merupakan tindak kejahatan non-violance. Meskipun begitu, data-data yang dicuri dapat menyebabkan kekacauan. Bahkan, akan memperburuk hubungan dengan negara lain jika terjadi pada sektor pemerintahan.

Namun, bagaimana pun jenis kejahatannya, kalau sudah merugikan suatu pihak tentu tidak bisa dibenarkan. Pelaku harus dijatuhi hukuman yang setimpal.

Demikian penjelasan tentang pengertian Cyber Espionage, contoh kasus, dan cara menghindarinya. Semoga setelah ini kita bisa lebih peduli dengan keamanan diri di dunia digital.

Silahkan Komentar dengan bahasa yang sopan :)

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>