Panduan Lengkap dan 10 Cara Upload Web Localhost ke Hosting

Panduan Lengkap dan 10 Cara Upload Web Localhost ke Hosting
Daftar Isi Artikel

Magelang1337.com - Jika kamu baru ingin memulai membuat sebuah website, Dan baru pada tahapan belajar. Silahkan baca artikel ini dengan baik Beberapa hal yang harus kamu tahu merupakan syarat mutlak yakni, software pendukung untuk membuat website, ada keahlian terkait yang harus dipelajari dalam pembuatan website (Paham tentang HTML, CSS, JS, PHP, SQL, dan yang lain). 

1. Server Local, Pada artikel yang kami tulis disini kami akan pakai xampp sebagai tool pendukung. Bagi yang memakai server lain silahkan sesuaikan.
2. Text Editor sebagai pendukung untuk pembuatan dan mengelola website, terdapat banyak sekali text editor yang bisa kamu pilih. Kami disini memakai N++, karena selain punya fitur yang super lengkap, mudah juga penggunaanya, terlebih GRATIS.

Untuk kamu yang suka cara cepat dan instan sudah menyiapkan sebuah hosting serta domain. Kamu bisa membaca petunjuk Install PopojiCms Melalui Softacolous di internet. Tetapi setelah kamu melakukan installasi, pastikan juga untuk mengetahui update PopojiCms caranya terus melakukan pengecekan di Github PopojiCms.

Cara Upload Web Localhost Ke Hosting

Untuk panduan Cara Mengunggah website localhost ke Hosting maka kamu harus melakukan sesuai panduan seperti langkah diatas. Berikut ini adalah cara lengkapnya:

1. Backup file Website Localhost


Kamu buka explorer pada komputer dimana folder web kamu berada. Jika memakai xampp, maka folder website kamu ada di C:/xampp/htdocs/folder-website/… jika kamu memakai server localhost yang lainnya bisa disesuaikan. Klik folder website, select all(block) semua file dan folder yang ada di dalamnya, klik kanan, pilih ADD TO ARCHIVE, pilih ZIP, klik OK. Tunggu saja sampai proses zip file selesai.

2. Membuat Backup SQL localhost


Membuat Backup SQL localhost silahkan kamu kunjungi https://localhost/phpmyadmin Klik database website kamu, Pada list daftar table dibawah klik CHECK ALL, dan Menu bar atas klik EXPORT, klik GO, OK. Pastikan kamu bisa dengan mudah ingat tempat penyimpanan file SQL tersebut.

3. Siapkan sebuah Hosting

Untuk bisa melakukan upload website kamu ke hosting, Kamu sebelumnya harus memiliki dahulu hosting itu sendiri. Jika kamu mau membeli atau kontrak sebuah hosting, Bisa tanyakan kepada teman di group yang sebelumnya sudah memiliki hosting. Untuk provider hosting dengan fitur dan system yang sudah memenuhi syarat system PopojiCms. Ada banyak di internet provider hosting terpercaya, Kamu bisa memilih provider dengan system PopojiCms.

4. PHP Version

Pada antar muka cpanel, panel Software, kamu klik SELECT PHP VERSION. Terdapat beberapa hosting mungkin tidak ada fitur ini, tapi biasanya ada MultiPHP Manager, sebenarnya sama dengan SELECT PHP VERSION. Jika hosting kamu belum menyediakan keduanya, cara termudah yakni dengan mengirimkan ticket ke technical support dimana kamu membeli hosting, lalu sebutkan kebutuhan system yang dibutuhkan untuk PopojiCms. Nantinya mereka akan membantu kamu.

Pada Fitur SELECT PHP VERSION atau MultiPHP Manager inilah kamu bisa memenuhi kebutuhan system untuk PopojiCms. yaitu:
  • Web Server : Apache dengan Mod Rewrite dan Nginx dengan Rewrite Module
  • PHP : 5.4.x - 7.x.x dengan short_open_tag on, curl, gd, mbstring, mysqli, pdo_mysql, fileinfo.
  • Database : MySQL, PostgreSQL, MariaDB, SQLServer

5. Membuat Database


Setelah kamu mempersiapkan atau memiliki hosting yang memenuhi kebutuhan system, selanjutnya adalah membuat sebuah database. Silahkan kamu login pada cpanel hosting, user ID untuk login cpanel hosting yang dikirimkan lewat akun email yang telah kamu daftarkan pada saat pembelian hosting tersebut.
  • Login cpanel, pada panel DATABASES klik MySQL Databases.
  • Dihalaman MySQL Databases kamu buat sebuah database dan copy nama database yang sudah kamu buat pada notepad.

6. Membuat User Database

Sesudah membuat databases selesai, kamu buat juga sebuah user database dengan password. Silahkan copy di notepad user database dan password yang kamu buat. Selanjutnya membuat Database_Name dan User_Database, Add Previlage User to Database.

7. Upload Backup Localhost pada Hosting


Kembali lagi ke beranda cpanel kamu, di panel FILES kamu klik File Manager. Root_directory kamu adalah public_html, jadi kamu klik public_html di daftar table sebelah kiri. Klik Upload di menu bar atas, dan halaman selanjutnya klik SELECT FILE. Pada jendela explorer yang telah terbuka kamu cari folder website, dimana kamu sudah membuat backup file zip. Klik/pilih file zip berupa backup file website localhost kamu, klik OPEN. Tunggu saja proses upload selesai, Jika sudah klik Go Back to “/home/prefix-anda/nama-domain-kamu.com”.

8. Extract File Hasil Upload

Setelah kamu klik  Go Back to "/home/prefix-anda/nama-domain-kamu.com", pada antar muka File Manager kamu akan melihat file zip yang telah kamu upload sebelumnya. Klik file tersebut, lalu klik EXTRACT, tunggu sampai selesai proses extract.

Sesudah proses extract selesai, buka po-includes/core/config.php kemudian sesuaikan:
$site['url'] = "https://namadomain-anda.com /";
$db['host'] = "localhost";
$db['driver'] = "mysql";
$db['sock'] = "";
$db['port'] = "";
$db['user'] = "user_database";
$db['passwd'] = "password_database";
$db['db'] = "nama_database";
KLik save

9. Import File SQL

Kamu cari dulu dimana menyimpan file SQL hasil dari backup localhost phpmyadmin. Jika kamuu sudah ingat, sekarang lanjutkan. Pada antar muka cpanel kamu, pada panel DATABASES, Kamu klik Phpmyadmin. Pada halaman Phpmyadmin, nanti kamu akan melihat nama database yang sudah buat sebelumnya diawali dengan prefix.

Kemudian klik nama database, lalu kamu klik import di menu bar atas, klik Browse., cari dimana letak tempat file SQL hasil backup localhost yang telah kamu buat. Jika sudah menemukan kamu klik, dan klik open, Lalu  Go. Pada tahap ini mungkin kamu akan menemukan error, tapi semoga saja tidak. Jika kamu mengalami error silahkan request melalui komentar.

10. Settingan

Setelah import file SQL selesai, silahkan reloading halaman Phpmyadmin, klik di table setting. Pada kolom setting URL Lalu klik Edit dan sesuaikan URL website seperti berikut:

Web_Url =>  https://namadomain-kamu.com terakhir Klik Go

Panduan Membuat Localhost menjadi Online

Tak lengkap rasanya mempunyai web tapi cuma bisa dilihat sendiri. Kandang kita punya keinginan untuk menunjukkan website ke orang lain. Jadi untuk membuat website di localhost kamu bisa dilihat oleh orang lain yaitu membagikan alamat IP lokal kamu ke public yang bisa mengakses. 

Tetapi jika mau membuat localhost menjadi online, web server kamu perlu berjalan di komputer yang sama. Nah, agar localhost ini bisa dibuka melalui internet, terdapat salah satu cara yakni Port Forwarding. Lewat cara ini, Kamu bisa membuka port tertentu di router, sampai aplikasi bisa mengakses jaringan Kamu. Tapi dengan cara ini, jaringan kamu akan rentan bahaya cyber crime.

Memakai cara Port Forwarding cukup beresiko dan kami sarankan tidak dilakukan karena cara ini dapt membuka router dalam keadaan terbuka dan bebas untuk di hack. Agar localhost kamu menjadi online, Cara yang cukup aman adalah dengan cara mengupload localhost kamu ke cPanel hosting. Website offline yang dibuat lewat XAMPP bisa dijadikan online dengan metode web hosting di cPanel. Ada banyak sekali pilihan provider web hosting yang menawarkan layanan hosting web terbaik sampai termurah. Tapi prioritas yang harus kamu seleksi adalah memilih share hosting dari web hosting yang punya performa tinggi dan layanan jaminan prima. 

Akhir Kata

Demikianlah Artikel tentang panduan dan Cara Upload Web Localhost ke Hosting Supaya website bisa diakses oleh umum, kamu harus membuat websiteya menjadi online. Cara untuk online web dari localhost cukup mudah. Berbagai cara kamu dapatkan di internet atau  Salah satunya kamu bisa mengikuti panduan seperti diatas. Terima Kasih!

Silahkan Komentar dengan bahasa yang sopan :)

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>