Penjelasan Growth Hacking dan Growth Strategy dan Pentingnya Bagi Startup

Penjelasan Growth Hacking dan Growth Strategy dan Pentingnya Bagi Startup
Daftar Isi Artikel

Magelang1337.com - Mengembangkan sebuah bisnis atau perusahaan itu butuh seni. Banyak strategi tepat guna yang harus mereka terapkan. Agar mampu bertahan sampai puluhan tahun lamanya. Kalau tidak, ya siap-siap saja gulung tikar. Dunia usaha semakin kompetitif. Peluangnya semakin besar, persaingannya pun meningkat. Perusahaan tak bisa hanya menghadirkan produk yang dibutuhkan banyak orang. Namun juga perlu menerapkan Growth Strategy dan Growth Hacking dalam menjaring calon konsumen. Apa sih sebenarnya Growth Strategy dan Growth Hacking itu? Bagaimana penerapannya? Lalu seperti apa pengaruhnya terhadap kemajuan sebuah perusahaan? Simak ulasannya berikut.

Pengertian Growth Strategy dan Growth Hacking

Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) merupakan strategi dari sebuah bisnis atau perusahaan dalam rangka mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Growth Strategy juga bertujuan untuk mengembangkan perusahaan agar mampu bersaing di kancah bisnis sejenis dalam jangka panjang. 
Sedangkan Growth Hacking merupakan strategi marketing berbasis pengkajian atau eksperimen. Strategi marketing yang satu ini dipakai untuk membuat langkah yang paling produktif dan paling cepat dalam mengembangkan sebuah bisnis.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa perusahaan perlu menerapkan keduanya. Terutama perusahaan-perusahaan startup yang dituntut untuk berkembang dengan sangat cepat. Selain itu juga harus mampu bertahan lama di antara ratusan startup yang terus bermunculan.

Bagaimana Mengembangkan Growth Strategy Bagi Startup?

Ada 3 faktor peting yang harus straup perhatikan dalam merancang Growth Strategy. Yakni informasi pasar, strategi pertumbuhan jangka panjang, dan mengukur pertumbuhan. Berikut penjelasan rincinya.
  • Informasi pasar bisa perusahaan ketahui melalui analisis pasar. Meliputi analisis tentang market, kondisi pasar, serta layanan sejenis dari pesaing. Dari semua analisis ini nantinya perusahaan bisa membuat satu keunggulan baik dari segi produk atau layanan yang tak dimiliki oleh pesaing.
  • Setelah perusahaan melakukan analisis pasar dan mendapatkan gagasan serta gambaran yang jelas tentang produk dan layanan. Selanjutnya perusahaan harus menentukan strategi pertumbuhan jangka panjang yang akan diterapkan. Perusahaan bisa mengadopsi lalu memodifikasi berbagai strategi yang sudah ada.
  • Jika strategi pertumbuhan jangka panjang sudah ditentukan. Tim dalam perusahaan harus kembali memecah rencana tersebut. Maksudnya, menjadikannya sebagai rencana tahunan dan rencana setiap 3 bulan sekali. 

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Growth Startegy

Salah satu strategi dalam Growth Strategy yang paling banyak dibicarakan adalah Strategi Integrasi. Sesuai namanya, strategi ini mengintegrasikan berbagai rentang bisnis dari hulu sampai hilir. 
Strategi integrasi ini terbagi dalam 3 jenis. 

Pertama Strategi Integrasi ke depan. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk membuat sendiri jalur distribusi bagi perusahaan. Mulai dari distribusor besar sampai ke retailer. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan Strategi Integrasi ke Depan adalah Kimia Farma. Di mana Kimia Farma membuat jaringan apotik miliknya sendiri. Yakni Apotik Kimia Farma yang tersebar ke seluruh Indonesia. 

Kedua Strategi Integrasi ke Belakang. Perusahaan menggunakan strategi ini apabila ingin mengendalikan perusahaan pemasok secara penuh. Contoh perusahaan yang menerapkan strategi ini adalah PT. Gudang Garam Internasional. Pabrik rokok ini memiliki anak perusahaan berupa pabrik kertas rokok di Kediri. Namanya PT. Surya Zig Zag. Pabrik ini sekaligus sebagai pemasok kertas rokok ke PT. Gudang Garam Internasional sendiri.

Ketiga, Strategi Integrasi Horizontal. Strategi ini mengarahkan perusahaan untuk mengakuisisi atau merger dengan perusahaan pesaing. Merupakan jenis Growth Strategy yang paling banyak digunakan. 
Perusahaan yang menerapkan strategi ini adalah PT. Indofood Sukses Makmur yang pernah membeli merk dari supermie. Contoh terbaru dari perusahaan startup adalah merger antara Gojek dan Tokopedia. 

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan dalam Growth Hacking Oleh Sebuah Startup?

Hampir tidak ada panduan tentang cara menentukan strategi Growth Hacking yang keberhasilannya pasti terjamin. Bahkan strategi Growth Hacking yang sebelumnya terbukti berhasil, belum tentu bekerja saat diterapkan kembali. Karena itu ada metrik baku dalam mengukur keberhasilan sebuah startup. Metrik tersebut disingkat  AARRR. Mari bahas lebih lanjut.

1. Acquisition atau Akuisisi

Ini adalah tahapan pertama di mana pengunjung untuk pertama kalinya berkunjung ke situs/website perusahaan. Tujuannya biasanya karena penasaran dan ingin mendapatkan informasi tentang jasa atau produk yang perusahaan tawarkan. Tahap pertama ini bisa dikatakan berhasil apabila ada engagement. Misal pengunjung membuat akun, follow akun sosial media perusahaan, atau mencoba akun trial.   

2. Activation atau Aktivasi

Selanjutnya adalah tahap aktivasi. Pada tahap ini, pengunjung datang kembali ke website dan melakukan transaksi. Jadi pengunjung statusnya sudah menjadi pelanggan. Agar transaksi dapat berulang. Perusahaan perlu aktif melakukan promosi. Bisa melalui email atau unggahan di media sosial.

3. Retention atau Retensi

Retensi adalah tahap di mana pelanggan kembali berkunjung ke website perusahaan. Lalu melakukan transaksi ulang. Pada tahap retensi ini perusahaan harus mampu memastikan jika pelanggan akan kembali lagi secara terus menerus.     

4. Referral atau Referensi

Tahapan referral adalah kondisi saat pelanggan secara suka rela mereferensikan produk atau jasa perusahaan ke orang-orang terdekatnya. Pelanggan sudah tak lagi sekedar pembeli, tapi juga sebagai marketer.

5. Revenue atau Pendapatan

Setelah 4 tahapan sebelumnya berhasil perusahaan lewati. Selanjutnya perusahaan bisa mulai memikirkan profit yang akan didapatkan. Baik dari iklan atau dari penjualan produk atau jasa. 
Setiap tahapan dari growth hacking harus perusahaan analisa dengan seksama. Agar perusahaan agar perusahaan bisa menentukan strategi yang paling tepat dalam meningkatan bisnis. 

Gaji Growth Hacker

Growth Hacker merupakan individu yang melaksanakan eksekusi dari strategi Growth Hacking. Saat ini sudah banyak perusahaan yang memiliki tim Growth Hacker sendiri. Cara kerja Growth Hacker berbeda dengan cara kerja marketer tradisional. Orang-orang marketing tradisional biasanya memiliki cara pandang yang luas serta peduli terhadap brand recognition  dan public relations. Berbeda dengan Growth Hacker yang hanya memperhatikan strategi atau taktik-taktik yang dapat meningkat pertumbuhan atau growth perusahaan. Jika ada satu saja strategi yang dirasa tak potensial, mereka tiadak akan memperdulikannya.

Mengingat posisinya yang cukup penting dalam sebuah perusahaan. Serta permintaan akan prosefi ini yang terus meningkat. Gaji Growth Hacker ternyata lumayan besar. Rata-rata antara 4 juta sampai 8 juta lebih. Gaji ini tentu sebanding dengan tanggung jawab yang harus mereka pikul.

Growth Hack Book Pilihan

Sejauh ini belum ada buku Berbahasa Indonesia yang membahas tentang Growth Hack. Tetapi buku keluaran luar negeri dalam Bahasa Inggris mudah untuk ditemukan. Buku-buku tersebut sudah tersedia secara online di beberapa marketplace.Beberapan buku tersebut antara lain berjudul Hacking Growth  karya Sean Ellis. Ada Growth Hacker Marketing karya Ryan Holiday. 

Serta Entrepreneus Voices on Growth Hacking. Buku terakhir ini penyusunnya adalah Inc. The Staff of Entrepreneur Media. Buku-buku ini merupakan buku impor. Karena itu harganya mahal, masih di atas dua ratus ribu. Apa bila ada buku yang harganya di bawah harga tersebut. Bisa jadi buku tersebut merupakan buku bajakan. 

Kesimpulan

Di zaman ini, tak mudah bagi perusahaan untuk berkembang cepat dan bertahan lama. Terutama perusahaan startup. Karena itu, perlu adanya penerapan Growth Strategy dan Growth Hacking.
Melalui Growth Strategy perusahaan bisa membuat langkah-langkah untuk meningkatkan pangsa pasar melalui rencana jangka panjang. Sementara dengan Growth Hacking, perusahaan bisa mengembangkan perusahaan secara cepat.

Silahkan Komentar dengan bahasa yang sopan :)

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>