Google Algorithm Update dan Tips Mengatasinya 2021

Google Algorithm Update dan Tips Mengatasinya 2021
Daftar Isi Artikel

Magelang1337.com - Faktanya, saat ini tools pencarian paling beken dan bisa diandalkan di internet adalah Google.Hingga istilah 'Googling' terdengar begitu familiar. 

Mungkin orang tidak akan menggunakan istilah yang sama, saat melakukan nya dengan tools lain. Seperti Bing (milik Microsoft), Baidu (yang digunakan di China, karena Google dilarang disana) dan Yandex (yang populer digunakan di Rusia).

Sehingga akan terdengar sedikit aneh, jika orang menyebut ‘binging’, ‘baiduing’ atau ‘Yandexing’. Dan saya sendiri belum pernah mendengarnya sih.. Google berhasil menciptakan Brand Activity untuk kegiatan mencari informasi di internet. Yup, kegiatan itu dikenal dengan ‘Googling’.

Mendominasi dengan 92.16% pengguna search engine di dunia, 2 pesaing dibawahnya yaitu bing dan yahoo, seolah hanya dianggap gangguan kecil oleh perusahaan yang dirintis sejak 1998 oleh Babang ‘Sergey Brin’ dan sohib nya 'Larry Page' ini.

Bahkan, sejak tahun 2000 tepatnya 23 Oktober, Google memanfaatkan sistem pencarinya tersebut untuk meraup keuntungan dengan meluncurkan Google Ads (Dulu Adwords). 

Dan hingga kini, Google Ads menjadi Core Bisnis Google dengan membukan omset $135 Milyar per akhir 2019 (Hampir Rp 2Rb Triliun dengan kurs Rupiah 14Rb) 😃.  Wow, uang segitu kalo dibeliin cendol semua, Danau Toba pun luber ngab..😁. Dan ini baru dari Google ads saja. Belum dari unit bisnis Google yang lain.

Meski sudah terbilang matang dan nyaris superior tanpa pesaing, bukan berarti Google berleha-leha. Perbaikan terus dilakukan untuk semakin menyempurnakan sistem pencarian mereka. 

Itulah sebabnya, Google rutin melakukan penyempurnaan sistem nya dengan membuat beberapa update sistem Algoritma.  Biar jelas ya, Kenapa Google Jor-joran bikin update an Algoritma. Alasannya, jelas untuk menjaga sistem pencetak uang mereka dalam kondisi terbaik.

Baca Juga : Hal Penting Dalam Mengelola Situs Blog

Selain untuk tujuan komersil, Google tentu melakukan ini, untuk memfasilitasi kebutuhan user dan publisher secara bersamaan. Di satu sisi, Google seolah 'memaksa' publisher untuk berusaha lebih baik lagi dalam membuat konten untuk para user nya.

Dan disisi user, pernahkah kita sadari, bedanya saat kita Googling beberapa tahun lalu dengan saat ini? 

Hasil pencarian yang disajikan Google saat ini lebih rapi, lebih berisi dan di deretan atas halaman pertama, kita disajikan dengan hasil pencarian yang berkualitas. Saat kita mencari sesuatu dengan keyword A, Kita tidak lagi diarahkan ke kumpulan web Auto Generate Content yang isinya hanya permainan kata membingungkan di keyword tersebut. 

Dan hasilnya, Nihil!. Kita tidak dapet apa-apa disana. Atau kita tidak lagi diarahkan ke web pendek yang isinya hanya beberapa paragraf dan menyampaikan konten alakadarnya.

Di halaman pertama, Google hanya menampilkan situs authority, kredible dan terpercaya untuk dikonsumsi dan dijadikan rujukan bagi para user yang berburu informasi. Inilah yang diinginkan google. Mereka tidak pernah main-main untuk urusan Penyempurnaan sistem pencarian guna memuaskan usernya.

Kalo kita cermati update demi update, ada beberapa hal yang ‘diperangi’ Google untuk membuat tampilan hasil pencarian nya semakin membaik. Berikut ini beberapa istilah yang dibahas, kriteria website atau blog yang harus dihindari agar kebal terhadap update Google.

Plagiat atau Duplicate konten.

Google memang tidak bisa menentukan keaslian sebuah konten. Siapa yang pertama kali membuatnya. Tapi Google bisa mendeteksi siapa yang pertama kali menguploadnya (terindeks). Jika kita pengunggah kedua dan seterusnya, maka kontennya dianggap duplikat alias plagiat. 

Baca Juga : 5 Trik Membuat Backlink Pada Website DA PA Tinggi (Gratis)

Dan untuk ini tidak ada ampun. Web kita akan kena hukuman dengan turun nya skor rangking di SERP. Serta yang pasti artikel tersebut juga tidak akan terindeks.

Keyword Stuffing

Hindari memaksakan penulisan keyword yang berlebihan dalam sebuah artikel. Pengulangan keyword yang tidak wajar dapat terindikasi sebagai ‘keyword stuffing’ dan Google tidak suka hal ini. 

Penalti nya adalah turun nya skor blog kita, hingga yang paling berat bisa deindex atau malah semua artikel masuk sandbox. Sandbox adalah ‘penjara’ bagi blog. Sekali blog kita masuk kesitu, maka selama nya tidak lagi muncul di halaman pencarian.

Lack Content and Relevance

Istilah untuk menamakan konten yang seadanya. Biasanya pendek, isi nya hanya basa-basi, tidak menarik dan kurang relevan dengan kata kunci yang dibidiknya. 

Indikasi nya adalah tinggi nya Bounce Rate untuk konten semacam ini. Karena biasanya user langsung keluar setelah tidak mendapati apa yang mereka cari.

Spammy Link

Hindari cara lama dalam membangun backlink. Google sudah mampu mendeteksi backlink yang sengaja disimpan di link directory, atau web khusus menyimpan backlink (Link Farming). 

Shallow Blog

Blog dengan navigasi yang tidak tertata. Banyak ornamen yang tidak penting, plugin dan pernak-pernik yang membuat load speed sangat lambat.  Ingat, saat ini kecepatan load sebuah halaman, jadi rank factor penilaian Google.

Baca Juga : Cara Menyandingkan Iklan Mgid dan Adsense

Mungkin sebenarnya masih banyak hal yang jadi perhatian Google, dan terlewatkan dibahas disini. Dan berikut ini hal-hal yang saya usahakan, agar blog tahan banting dari update algoritma Google dari waktu ke waktu.

Tips Mengatasi Google Algorithm Update

1. Utamakan Kebutuhan User

Kesalahan umum para webmaster adalah melakukan segala upaya untuk membuat web nya terindeks dan punya posisi bagus di halaman pencarian Google.

Tapi menomor duakan penyajian solusi yang dicari user. Padahal Google sendiri menyarankan, "Put Your User First".  Google bisa mendeteksi web yang kontennya disukai user, dengan membaca metrik time on site yang tinggi dan bounce rate yang rendah.

Jika user experience web bagus, maka otomatis Google akan menaikan peringkat web kita, karena dinilai berguna bagi banyak user.

2. Fokus Produksi konten yang SEO Minded

User senang jika apa yang mereka cari terjawab dengan tulisan kita. Serta disajikan dengan menarik. Maka mereka akan betah berlama-lama membaca artikel hingga akhir. Dan ini bagus untuk menekan tingkat bounce rate. 

Ini sinyal buat Google bahwa web kita disukai user. ingat ya user experience yang baik, adalah faktor penentu web kita mendapat rangking dengan baik. Buat pula bahasan artikel dengan lengkap dan mendalam. Artikel dibawah 1000 kata saat ini lebih sulit terindeks. 

Baca Juga : 7 Kesalahan Dan Tips Untuk Blogger Pemula

Dan 70% lebih artikel dengan bahasan yang relatif panjang dan mendalam, memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan kontekstual link dari blogger lain. Ini jenis natural back link yang sangat disukai Google. Artinya artikel blog kita bermanfaat dan dijadikan banyak rujukan oleh blogger lain.

3. Define Your Keyword

Coba ubah mindset Keyword Stuffing dengan Keyword Placing. Alih-alih memaksakan sejumlah keyword dalam konten, tempatkanlah keyword tersebut di tempat-tempat strategis. Seperti di permalink artikel, Judul dan subheading. 

Definisikan keyword yang ditarget dan gunakan sewajarnya di 100 kata pertama dan terakhir artikel kita. Ini akan membantu robot peramban Google mengenali konten kita membahas tentang apa. 

Baca Juga : Cara Jitu Membuat Kata Kunci SEO Artikel

Ingat, Algoritma RankBrain Google adalah learning machine, sebuah artificial intelegent yang bisa mempelajari konteks artikel kita secara keseluruhan. 

Selama kita merancang website yang berorientasi user, membuat konten yang baik dan menerapkan kaidah SEO Minded seharusnya tidak ada yang kita khawatirkan dengan ada nya update-update yang dilakukan Google.

Google update memang bencana bagi web yang dari awal dibuat asal-asalan, tanpa perencanaan konten dan dibuat hanya untuk monetasi semata. Tapi bagi web yang sudah memiliki semua kriteria diatas, Google Update ini sangatlah konstruktif. Blog akan lebih profitable karena mendapatkan limpahan trafik tanpa henti meski jarang sekali diupdate.

Penulis : Rudi Hermawan